Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Terwujudnya Kendal yang Beriman, Bertaqwa, Cerdas, Terampil dan Berbudaya

31 Desember 2007

SELAMAT TAHUN BARU 2008

Posted by Unknown 6:55 PM, under | No comments


Segenap Pengelola Weblog dan Team Pengembang Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kendal Mengucapkan Selamat Tahun baru 2008, semoga tahun depan pendidikan Kabupaten Kendal Menjadi Jauh Lebih baik.

29 Desember 2007

Artikel guru ndeso lungo monco

Posted by kangmisno 10:42 PM, under ,, | No comments

GURU NDESO LUNGO MONCO

Hari itu rabu 31 oktober 2007. Saat itulah pertama kali kuinjakkan kakiku di negeri Jerman. Negeri yang kudengar sayup-sayup adalah negeri yang maju dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti apa yang disampaikan dosenku yang lulusan doktoral dari negeri tersebut.

Jerman, merupakan sebuah negara yang terletak tengah-tengah uni – eropa. Negara ini berbatasan dengan Laut Utara, Denmark dan Laut Baltik di utara, Poland dan Republik Czech di timur, Austria dan Switzerland di selatan, dan Perancis, Luxembourg, Belgium dan Belanda di barat. Selesai Perang Dunia II negara ini telah dipisahkan oleh kekuasaan Barat. Akhirnya pada 1990 Jerman Timur dan Jerman Barat telah bersatu kembali. Kini Jerman merupakan salah satu anggota Uni- eropa, NATO dan negara G8. Jerman adalah negara ketiga terbesar di dunia.

Aku datang ke negeri ini bersama ketiga teman ku sekelas program S2 UGM sesama guru yang beruntung berkesempatan mendapatkan beasiswa program depdiknas 2007, yaitu mengikuti kegiatan perkuliahan di Universitas karlsruhe jerman selama satu semester. Di jerman aku tinggal di mess international departemen schollplaz milik uni-karlsruhe yang diperuntukkan bagi mahasiswa asing yang belajar di universitas tersebut. Saat pertama kali kurebahkan badanku disofa baru terasa bahwa aku telah melakukan perjalan yang cukup jauh, tak pernah terlintas dibenak pemikiran seorang guru yang tinggal dipedesaan , bisa menikmati perjalanan yang cukup lama dengan menggunakan 3 jenis pesawat terbang dan kereta api modern dalam kurun waktu 26 jam.

Berawal dari adanya program dari Biro kerjasama luar negeri Depdiknas berupa double deggre. Aku salah seorang guru SMK yang beruntung berkesempatan menerima salah satu jenis program tersebut berupa sit in class program yaitu mengikuti kegiatan perkuliahan di Universitas karlsruhe jerman selama satu semester

Perjalanan ini dimulai dari rumah di belakang masjid di desa bebengan kec. Boja-kendal Selasa 30 Oktober 2007 jam 07.30 diatar saudara dan kerabat dengan meggunakan mobil Suzuki carry menuju bandara Ahmad Yani Semarang tiba disana pukul 08.30. Sekitar 1 jam kutunggu keberangkatan pesawat sambil menikmati keceriaan kumpul bersama dengan 3 buah hati beserta ibunya dan kerabat dekat terlihat sungguh indah suasana bandara Ahmad yani dipagi hari yang mudah – mudahan bisa menjadi pengalaman serta sebagai bahan cerita 2 anak ku yang sedang duduk di bangku kelas 1 dan 2 di SD 02 Bebengan Boja. Perjalanan di lanjutkan dengan terbang bersama maskapai Adam Air pukul 09.30 menggunakan pesawat boing 737. Sampailah di bandara sukarno- hatta Jakarta jam 10.25 WIB. Disela- sela menunggu jadwal penerbangan ke Jerman yang hampir 9 jam ku kabari keluarga bahwa telah sampai di jakarta dengan selamat . Kemudian kulanjutkan tugas- tugas yang lain mengurus berbagai administrasi di kantor imigrasi badara berupa pengurusan bebas viskal , ke kantor maskapai penerbangan, menukar uang rupiah dengan uero serta bording pass.

Tepat jam 19.45 WIB perjalanan dilanjutkan menuju kuala lumpur menumpang maskapai penerbangan Malaysia air line menggunakan pesawat boing 737. Selama kurun waktu 2 jam perjalanan tersebut kunikmati layanan kru awak pesawat berbahasa melayu, sampailah perjalanan ini di bandara kuala lumpur jam 23.30 waktu setempat dengan selisih perbedaan 1 jam antara kuala lumpur dan Jakarta. Penumpang kemudian berpindah ke pesawat air bus yang berbadan lebar dan lebih besar dengan kapasitas penumpang 400 orang. Pukul 24.15 waktu kuala lumpur berangkatlah pesawat menuju Jerman dengan perkiraan waktu tempuh kurang lebih 12 jam tanpa henti (non stop)

Aku dan ketiga temanku duduk di kursi paling belakang yang hampir 90 % lebih penumpangnya adalah orang dengan badan tinggi, kulit putih dan hidungnya mancung. Mmeskipun rasa capek dan jenuh karena duduk disatu tempat yang cukup lama dengan terbang di ketinggian 12192 meter di atas permukaan laut , jarak yang ditempuh 11074 km. Terasa nikmat juga penerbangan tersebut hingga tiba saatnya pesawat mendarat di bandara frakfrut Jerman hari rabu 31 Oktober 2007 pukul 05.45 waktu setempat. Setelah berbagai pemeriksaan administrasi imigrasi dilalui dan barang bawaan di bagasi sudah ditemukan perjalanan di lanjutkan dengan menumpang kereta ICE (internationla city express ) dengan tiket € 34 (sekitar Rp 450.000) menuju kota karlsruhe yang berjarak 150 km dari bandara Frankfurt dengan waktu tempuh 1 jam. Sampailah di internasional departemen schollplaz uni-karlsruhe pukul 9.30 waktu setempat, dengan beda waktu antara kota karlsruhe dengan kota kendal 6 jam lebih lambat.

Itulah perjalanan seorang guru ndeso yang sedang ngangsu kawruh ( luru ilmu ) ing negoro monco. ada kelanjutnya lho cerita tentang suasana kota karlsruhe dan kota2 lain di jerman beserta universitasnya yang terkenal akan teknologi tersebut.

Tunggu saja ya.......

Salam
Kang Misno

Guru SMK N 2 Kendal

Mahasiswa S2 Universitas Gadjahmada Yogyakarta


28 Desember 2007

Pejabat Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga dilantik

Posted by Utomo 6:50 PM, under | 2 comments

Bertempat di Pendopo Kabupaten Kendal, Jum'at 28 Desember 2007 sejumlah pejabat eselon II,III dan IV serta kepala sekolah SD,SMP,SMA dan SMK dilantik dan dikukuhkan oleh Wakil Bupati Kendal.
Pejabat baru pada Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga Kabupaten Kendal adalah :

1. Kepala Dinas : Drs. Teguh Dwijanto

2. Sekretaris : Drs. Gunoto,M.Pd

3. Kepala Bidang Pendidikan Dasar : Drs. Bambang Tejo Waluyo,M.Pd

4. Kepala Bidang Pendidikan Menengah : Drs. Utomo,M.Pd

5. Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan : Ibnu Darmawan,S.Pd,M.Pd

6. Kepala Bidang Pendidikan Nonformal,Pemuda dan Olah Raga : Drs. Anton Taufan,M.Si

7. Kasubag Perencanaan : Muh Arifin

8. Kasubag Umum : Slamet

9. Kasubag Keuangan : Endi Listyo,S.Pd.MM

10. Kasi TK/SD : Drs. Arif Suharsoyo,M.Pd

11. Kasi SMP : Rebo,S.Pd

12. Kasi Sarana dan Prasarana pendidikan dasar : Suratno,S.Sos

13. Kasi SMA : Sri Mulyani,S.Pd,M.Pd

14. Kasi SMK : Drs.Susilo,M.Hum

15. Kasi Sarana Pendidikan Menengah : Drs. Sutardi

16. Kasi Pendidik TK/SD : Sulardi,S.Pd

17. Kasi Pendidik SMP/SMA/SMK : Iwa Susanto,SH

18. Kasi Tenaga Kependidikan Formal dan Non Formal : Nur Hidayat,S.Ip

19. Kasi Pendidikan Non Formal : Sri Susilowati,S.Pd

20. Kasi Pemuda : Drs. Abdul Rohman

21. Kasi Olahraga : Drs. Joko Pranowo Adi,M.Pd

27 Desember 2007

Delapan Pelajar Kendal Mendapat Penghargaan Gubernur

Posted by Utomo 11:15 PM, under | 3 comments

Delapan orang pelajar Kabupaten Kendal mendapatkan penghargaan Gubernur Jawa tengah karena berhasil mengharumkan nama Propinsi Jawa tengah di Kancah Nasional dan Internasional. Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Drs. H.Ali Mufid,M.Ph di Gradika Bhakti Praja Kamis tanggal 27 Desember 2007.
Adapun 8 pelajar tersebut adalah :
  1. Kukuh Prasetyo (SMPN 1 Sukorejo) peraih medali perunggu Olimpiade Yunior Matematika Internasional mendapatkan hadiah penghargaan 10 juta rupiah
  2. Yunita Dwi Setyorini (SMAN 1 Kendal) peraih medali emas olimpiade sains nasional biologi mendapatkan hadiah penghargaan 10 juta rupiah
  3. Rosalina Dyah Rizki H (SMAN 1 Kendal) peraih medali perak olimpiade Sains Nasional Biologi mendapatkan hadiah penghargaan 7 juta rupiah
  4. Pamungkas Bagus Satriyo (SMAN 1 Boja) peraihmedali perunggu olimpiade Sains Nasional Fisika mendapatkan 5 juta rupiah
  5. Yoso Teguh Mulyo (SMK II Kendal) peraih medali perunggu LKS SMK memperoleh 5 juta rupiah
  6. Zunaeroh (SMP PGRI Brangsong) peraih medali emas lompat jauh putri pada Porseni pelajar tingkat nasional memperoleh 10 juta rupiah
  7. Siti Mukaromah (SMA N 1 Cepiring) peraih medali emas lompat tinggi putri POPNAS memperoleh 10 juta rupiah
  8. Fahni Asha (SDN Pesawahan Pegandon) peraih medali perak Kejurnas Sepak Takrow memperoleh 7 juta rupiah

Selamat kepada para juara, semoga hadiah dari Bapak Gubernur memacu prestasi di masa depan.

24 Desember 2007

Bagaimana Mempersiapkan Ujian Nasional? (BAGIAN I)

Posted by Utomo 5:30 AM, under | 1 comment


Sudah menjadi tekad Depdiknas pada tahun 2008 tetap dilaksanakan Ujian Nasional. mau tidak mau, suka tidak suka sekolah harus memperisiapkan diri menghadapi ujian nasional. Beberapa catatan yang berkaitan dengan ujian nasional dapat dikemukakan berikut ini.
Pertama bahwa ujian nasional meskipun hasilnya mempengaruhi kelulusan siswa tidak boleh dijadikan alasan pembenar bagi sekolah untuk hanya memprioritaskan mata pelajaran yang di UN kan dan mengabaikan mata pelajaran lain. Kita harus menyadari bahwa mata pelajaran yang diujian nasionalkan adalah hanya sebagaian mata pelajaran dari sekian banyak mata pelajaran yang ada di sekolah. Semua mata pelajaran adalah penting karena setiap mata pelajaran yang ada dalam kurikulum masing-masing memiliki tujuan kurikuler sebagai bagian dari pencapaian kompetensi lulusan. Mengabaikan mata salah satu mata pelajaran sama artinya kita secara sengaja "MEREDUKSI" tujuan pendidikan.
Kedua, bahwa ujian nasional adalah salah satu bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan hasil kegiatan belajar yang dilakukan oleh murid. Dengan adanya ujian nasional diharapkan bagi para guru untuk dapat memperbaikai proses pembelajaran yang dilakukannya, dan cara mengajar dan memotivasi murid untuk belajar sehingga penguasaan materi/ kompetensi siswa meningkat. Pemberian latihan soal hanyalah salah satu cara agar siswa terbiasa dengan berbagai macam dan variasi soal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana penguasaan siswa terhadap materi lebih bertahan lama. Ini bisa dilakukan dengan melakukan perbaikan proses pembelajaran.
Ketiga, bahwa harus disadari bahwa sekolah tidak hanya mempersiapkan anak untuk ujian tetapi lebih dari itu sekolah ada karena diperlukan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mengatasi persoalan hidupnya pada jamannya kelak. Untuk itu selain penguasaan pengetahuan tidak kalah pentingnya pemberian kecakapan hidup yang berupa kecakapan berfikir, sikap positif, kejujuran, integritas, komunikasi, etos kerja, etos belajar. Penguasaan ilmu saja tanpa disertai kecakapan hidup hanya akan menjerumuskan anak.
Oleh karena itu dalam menghadapi Ujian Nasional harus dihindari cara-cara yang curang, dan segala macam bentuk ketidak jujuran.
Keempat, harus disadari oleh para guru bahwa keberhasilan siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Disana ada peran guru, peran sekolah, peran orang tua, peran anak dan peran lingkungan. Marilah kita coba perbaiki yang menjadi tugas pokok dan hal hal-hal yang masih dalam cakupan tugas kita. Memperbaiki proses belajar mengajar, memotivasi siswa, lebih perhatian kepada siswa, menyederhanakan materi sesuai tingkat berfikir siswa, memberi berbagai macam latihan kepada siswa adalah tugas-tugas yang ada dalam kewenangan guru dan sekolah. Sambil senantiasa berkoordinasi dengan orang tua dan menyuarakan dukungan lingkungan hal-hal yang menjadi tanggungjawab kita kita tunaikan.
Kelima, semua yang direncanakan akan dilakukan diharapkan dicatat sebagai panduan langkah . Dan semua yang sudah dicatat dan direncanakan dilakukan disertai bukti-bukti pelaksanaannya sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas yang dilakukan. Kalau itu sudah dilakukan : tawakkal kepada Allah, doakan anak didik kita dengan doa yang tulus. Mohonkan pada Allah agar mereka anak-anak kita dikaruniai kemudahan dalam belajar dan menempuh ujian. Berapapun hasilnya kita lihat nanti.
Jangan pernah mengajarkan kecurangan kepada siswa hanya demi kelulusan. Kalau kecurangan dilakukan itu artinya kita telah mengkhianati tujuan pendidikan itu sendiri. Hasilnya hanya : KOMPETENSI SEMU DAN MORALITAS YANG BOBROK. (Bersambung)

22 Desember 2007

Cuti Bersama, Sekolah Sesuai Kaldik

Posted by Utomo 4:48 AM, under | 1 comment

Menanggapi berbagai pertanyaan tentang cuti bersama dengan ini dijelaskan bahwa sesuai Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : SE/13/M.PAN/8/2006 tentang HARI-HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA TAHUN 2007 point 4. " Bagi instansi Pemerintah yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, pimpinan instansi mengatur pelaksanaan hari libur nasional dan cuti bersama, agar masyarakat tetap mendapat pelayanan dengan baik. SEDANGKAN BAGI BAGI DUNIA PENDIDIKAN, MENGIKUTI KETENTUAN DARI DEPARTEMEN PENDIDIKANNASIONAL DAN DEPARTEMEN AGAMA SESUAI DENGAN PERATURAN YANG BERLAKU"
Menurut ketentuan PERMENDIKNAS 22 tentang STANDAR ISI, diatur sbb :"Kurikulum satuan pendidikan pada setiap jenis dan jenjang diselenggarakan dengan mengikuti kalender pendidikan pada setiap tahun ajaran. Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur"
Oleh karena itu maka bagi sekolah yang telah memperhitungkan Libur bersama dalam KALDIKNYA dapat mengikuti ketentuan libur bersama tetapi bagi yang belum memperhitungkan libur bersama dalam kaldik sebagai hari tidak efektif maka tetap melaksanakan KBM sesuai program sekolah (alias tidak libur).

18 Desember 2007

Guru dan Enam Bungkus Rokok

Posted by Utomo 8:40 PM, under | 1 comment


Tidak perlu kaget jika kelak tidak ada lagi orang yang mau menjadi guru. Alasannya, upah buruh bangunan lebih baik dibandingkan dengan gaji guru honorer.
"Ancaman" ini tidak mengada-ada. Para guru honorer di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sudah mengabdikan diri pada dunia pendidikan, hanya "digaji" Rp 50.000-Rp 100.000 per bulan, setara dengan 6-12 bungkus rokok. Nasib hidup di bawah upah minimum regional ataupun upah minimum provinsi ini juga dialami guru honorer di tempat lain.
Keadaan ini memaksa para guru honorer hidup serba kekurangan. Jangankan ada biaya untuk menyekolahkan anak, untuk makan sehari-hari pun sering sulit dipenuhi.
Kondisi yang menyedihkan ini akan kian memprihatinkan jika memerhatikan kondisi bangunan sekolah yang rusak. Data Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2006 menunjukkan, ada 301.370 ruang SD/sederajat rusak ringan dan 255.421 rusak berat; untuk SMP, 28.830 rusak ringan, 9.847 rusak berat; dan untuk SMA, 10.827 rusak ringan, 3.535 rusak berat.
Putus sekolah
Hidup dalam kemiskinan tak hanya dialami guru honorer. Banyak siswa juga hidup serba kekurangan, membuat banyak siswa SD dihadapkan pada kenyataan harus putus sekolah.
Keadaan ini bukannya tidak diketahui pemerintah. Berbagai program dilakukan, di antaranya bantuan operasional sekolah guna membantu anak-anak miskin agar tidak putus sekolah.
Hasil studi staf Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas, Abbas Ghozali dan kawan-kawan, tahun 2003 di 15 provinsi menyebutkan, meski sekolah sudah "digratiskan", kenyataannya masih ada sejumlah komponen yang harus dibayar orangtua.
Orangtua siswa SD/MI ratarata masih harus mengeluarkan Rp 1,535 juta per tahun, yaitu untuk buku dan alat tulis (Rp 223.000), pakaian dan perlengkapan sekolah (Rp 323.000), transportasi (Rp 273.000), karyawisata (Rp 49.000), uang saku (Rp 433.000), dan iuran sekolah (Rp 234.000).
Untuk SMP/madrasah tsanawiyah, harus dikeluarkan biaya Rp 1,896 juta/siswa, yaitu untuk beli buku dan alat tulis (Rp 224.000), pakaian dan perlengkapan sekolah (Rp 333.000), transportasi (Rp 308.000), karyawisata (Rp 61.000), uang saku (Rp 571.000), dan iuran sekolah (Rp 399.000).
Besarnya biaya itu belum termasuk akomodasi, konsumsi, dan kesehatan, serta forgone earning, yaitu potensi penghasilan yang tidak jadi diterima karena anak bersekolah dan tidak bekerja.
Besarnya biaya yang harus dikeluarkan orangtua dikhawatirkan ikut memperbesar angka putus sekolah dan mengganggu penuntasan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun 2008. Program ini merupakan pengulangan program serupa yang dicanangkan 1984.
Jika pemerintah ingin menuntaskan program wajib belajar dengan menyediakan beasiswa, diperlukan dana Rp 11,479 triliun. Biaya itu untuk memenuhi pengeluaran yang harus ditanggung orangtua siswa miskin yang diperkirakan berjumlah 4.610.000 (18 persen dari 25.636.000 anak SD/MI), dan 2.319.000 siswa SMP (18 persen dari 12.887.000 siswa).
Peringkat Indonesia
Hidup dalam keterbatasan dan kemiskinan membuat banyak guru tidak bisa "mengembangkan diri" sehingga proses belajar-mengajar tidak berjalan maksimal. Maka, tidak mengherankan apabila profil pendidikan masyarakat Indonesia pun belum menggembirakan.
Data menunjukkan, dari seluruh penduduk Indonesia, jumlah penduduk yang tidak/belum tamat SD 63.855.491 (35,29 persen). Jumlah penduduk tamat SD 61.917.997 (34,22 persen); tamat SMP 24.545.352 (13,57 persen); tamat SMA 25.302.149 (13,98 persen). Adapun yang lulus program diploma 1,32 persen dan lulus S-1 1,80 persen.
Lemahnya angka partisipasi sekolah ini diperparah kualitas pendidikan (tinggi) yang ikut melorot. Dalam Top 400 Universities: World Universities Rankings 2007 (www.topuniversities.com), perguruan tinggi terkemuka Indonesia ada di urutan bawah. Universitas Gadjah Mada di peringkat ke-360 (tahun 2006 urutan ke-270), Institut Teknologi Bandung peringkat ke-369 (tahun 2006 urutan ke-258), dan Universitas Indonesia peringkat ke-395 (tahun 2006 urutan ke-250).
Rendahnya angka partisipasi maupun kualitas membuat indeks pendidikan Indonesia turun peringkat. Badan PBB untuk Urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menempatkan pendidikan Indonesia turun dari peringkat ke-58 menjadi ke-62 dari 130 negara. Malaysia di peringkat ke-56 dan Brunei Darussalam di peringkat ke-43.
Berbagai faktor
Rendahnya pembangunan pendidikan Indonesia jelas memengaruhi kualitas manusia Indonesia. Hal ini sering dijadikan pegangan untuk melihat Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Indonesia amat rendah. Padahal, pengukuran HDI didasarkan tiga indikator: panjang usia; pendidikan, dan standar hidup.
Laporan UNDP 2007/2008 menyebutkan, pembangunan kesehatan di Indonesia menunjukkan kemajuan. Umur harapan hidup meningkat, angka kematian bayi dan kematian ibu menurun. Namun, berbagai keberhasilan itu dikhawatirkan akan mengalami guncangan karena penurunan anggaran pembangunan kesehatan dan pendidikan, serta mundurnya pelaksanaan program keluarga berencana akibat desentralisasi dan otonomi daerah.
UNDP juga mengingatkan, pemanasan global yang berdampak terhadap kekeringan, banjir, dan badai bisa mengganggu penyediaan pangan dan memengaruhi gizi serta menyebarnya penyakit menular.
Lalu, di mana Indonesia? Negeri yang belum lepas dari krisis dan pembangunan manusianya pas-pasan ini dikhawatirkan akan tergelincir pada kondisi buruk itu. Apalagi, kekeringan, banjir, dan badai sering terjadi di sejumlah wilayah negeri ini.
Meski demikian, perbaikan kesehatan dan standar hidup tak akan berjalan sempurna apabila pendidikan tidak ditangani serius. Pendidikan adalah kunci untuk memperbaiki pembangunan manusia Indonesia. (Ditulis oleh :Tonny D Widiastono, ssumber : Kompas)

Selamat Hari Raya Iedul Adha

Posted by Unknown 4:04 PM, under | 1 comment

Assalamualaikum wr. wb.
Segenap Pengurus JIP Kabupaten Kendal mengucapkan Selamat Hari Raya Iedul Adha 1426 H

Undangan JIPKENDAL untuk Pengelola JIP Propinsi Jateng

Posted by Utomo 1:59 PM, under | 5 comments

ANOM UTOMO: sugeng sonten
masjoko setiawan: sugeng siang pak Utomo...
joko setiawan: sudah saya liat di jipkendalnya
joko setiawan:
joko setiawan: mantab pak!
ANOM UTOMO: belum bisa bikin web mas
ANOM UTOMO: pakai blog saja
joko setiawan: mboten masalah to pak
joko setiawan: yang penting materinya berbobot
joko setiawan: dan update selalu
joko setiawan: nggak kayak di sini
joko setiawan: yang ngeupdate nggak ada
joko setiawan: petugasnya siap, materinya yang no supply
ANOM UTOMO: kalau kami negundang teman-teman kok mas
ANOM UTOMO: bagaimana kalau penjenengan
ANOM UTOMO: saya undang untuk ngisi juga
ANOM UTOMO: utamanya program-program propinsi
ANOM UTOMO: bisa disosiaslisasikan di kendal
ANOM UTOMO: kalau ok tolong dikirim alamat emailnya
joko setiawan: monggo pak, langsung ngundang pak Wa Ka Dinas aja
joko setiawan: biar nanti beliau yang nentukan, mau tindak sendiri atau disposisi kepada kami (birokrasi....)
joko setiawan:
joko setiawan: saya dengan senang hati sowan ke njenengan
ANOM UTOMO: maksud saya
ANOM UTOMO: saya undang sebagai penulis di blog kami
joko setiawan: oowwwhhh
ANOM UTOMO: sehingga kalau ada info penting
joko setiawan: dengan senang hati pak!
ANOM UTOMO: bisa langsung upload
joko setiawan: imel saya wawan@pdkjateng.go.id
joko setiawan: nggak tampil di web to?
ANOM UTOMO: sudah mas, panjenengan siap ngisi sekarang

17 Desember 2007

Tindak lanjut Pelatihan PTK dan Nonton Bareng "The Secret" Bagi Pengurus FIG Kendal

Posted by Unknown 5:11 PM, under | 3 comments

Assalamualaikum wr. wb.
Dari hasil pelatihan PTK yang telah dilaksanakan di SMA Cepiring, Senin 11 Desember 2007, FIG berencana akan menindak lanjuti produk draft proposal PTK yang telah dibuat untuk dapat di optimalkan sehingga dapat menjadi usulan proposal di setiap sekolah pada semester 2, tahun pelajaran 2007/2008 ini. Acara insya Allah akan diselenggarakan di SMP 3 Patebon kendal, namun untuk waktu pelaksanaannya belum dapat ditentukan dengan pasti.
Hal tersebut di atas terungkap pada rapat pengurus inti FIG yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Desember 2007 di kediaman pak Narto, dalam rapat tersebut digagas juga peyelenggaraan nonton bareng film motivasi yang sedang menjadi pembicaraan banyak orang, yaitu "The Secret". Namun acara inipun belum pasti kapan pelaksanaannya.
Wassalam.

13 Desember 2007

Sisi Positif Serangan Blogger Malaysia

Posted by Utomo 7:31 PM, under | 1 comment

Sebagai salah satu anak bangsa (weleh-weleh sok patriotis) rasanya geram juga baca postingan bloger Malaysia yang nyerang Indonesia. Bagaimana tidak Pancasila sebagai dasar negara kita dan lambang negara kita dijelek-jelekkan. Terus kita harus marah? Mestinya ya. Saya mengajak semua orang Indonesia untuk membuat gerakan marah bersama. Saya tanggung kalau semua orang indonesia marah semua nggak ada yang berani menjelek-jelekkan kita.
Pertanyaannya adalah bagaimana gerakan marah itu dilakukan? Mulai saat ini dengan kemarahan yang memuncak mari kita HANCURKAN KEMALASAN, PERILAKU KORUPTIF, PERILAKU SERBA FORLAITAS ADMINISTRATIF, MENGAGUNGKAN GELAR, PERILAKU TIDAK INOVATIF, STATUS KUO, DAN MAU MENANG SENDIRI.
Kita jadi terhina dan harus merelakan sebagian bangsa kita terpaksa jadi kuli di Malaysia karena memang di negeri kita lapangan pekerjaan kurang. Ekonomi kita nggak maju dan investor enggan masuk ke Indonesia karena kita koruptif sehingga membebani calon investor, belum lagi masalah keamanan yang kurang baik. Karena ternyata banyak yang ingin dapat uang dengan cara gampang, tidak kreatif.
Nah untuk itu sifat-sifat dan perilaku kita yang jelek itu harus kita tinggalkan. Guru dan kepala sekolah nggak boleh lagi hanya mengejar angka kredit dan pangkat sementara ngajarnya biasa-biasa saja. sehingga gurunya hebat-hebat tapi muridnya tetap saja bodo. Akreditasi juga masih formalitas. Sesuatu yang nggak pernah dilakukan dibuatkan bukti administrasinya biar dapat nilai baik. Pokoknya segala bentuk formalitas kita hindari.
Mari kita ambil sisi positif penghinaan blogger Malaysia ini sebagai momentum perubahan bangsa kita.

12 Desember 2007

Peringkat Pendidikan Turun dari 58 ke 62

Posted by Utomo 12:39 PM, under | 6 comments

Dalam laporan Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bidang pendidikan, United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), yang dirilis pada Kamis (29/11/07) menunjukkan, peringkat Indonesia dalam hal pendidikan turun dari 58 menjadi 62 di antara 130 negara di dunia. Yang jelas, education development index (EDI) Indonesia adalah 0.935, di bawah Malaysia (0.945) dan Brunei Darussalam (0.965).Mau tidak mau, itu mengilustrasikan bahwa kualitas pendidikan kita pun semakin dipertanyakan. Sebab, tingkat pendidikan Indonesia kian melorot. Alih-alih akan mencerdaskan kehidupan bangsa, itu hanya sebuah utopia. Lalu siapa yang harus disalahkan? Kita harus banyak introspeksi. Saya juga tidak bisa menyalahkan pemerintah seratus persen, kendati pemerintah tetap harus bertanggung jawab atas malapetaka tersebut.Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengapa kualitas pendidikan kita bernasib sedemikian tragis. Pertama, kondisi pemerintah yang sangat kental politis punya peran penting serta signifikan untuk memperkeruh keadaan. Tatkala keadaan pemerintah berpolitis, itu akan menyebabkan atmosfer pendidikan labil, sebut saja dalam hal kebijakan pendidikan yang dilahirkan pemerintah. Sebab, gerbong pemerintah ditarik dua kekuatan besar tak terlihat (invisibile big power) dengan kepentingan politik berbeda saat menentukan sebuah keputusan politik pendidikan tertentu. Diakui atau tidak, itu realitas politik di depan hidung kita semua. Karena itu, wajar pendidikan selalu berada dalam rangkulan kepentingan politik tertentu. Aroma "politik pendidikan penguasa" sangat lekat dalam dunia pendidikan. Untuk melepaskan hal tersebut, ibarat panggang jauh dari api. Kedua, kondisi keuangan negara yang sangat sedikit bisa memperburuk dunia pendidikan. Sebab, minimnya dana akan menghambat pembangunan pendidikan dalam segala hal, baik infrastruktur maupun suprastruktur. Miskinnya dana dalam dunia pendidikan akan membuat bangunan-bangunan sekolah dan fasilitas pendidikan lain tidak bisa digarap dengan sedemikian maksimal serta optimal. Dengan demikian, kondisi ironis itu pun sangat muskil akan menyegerakan tercapainya pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata. Justru, yang terjadi adalah kemiskinan pendidikan yang mengglobal di ibu pertiwi ini akan membumi. Akibatnya, rakyat tetap buta huruf dan begitu seterusnya. Jangan harap pula, kita bisa menjadi bangsa maju. Yang pasti, tidak adanya anggaran cukup dan besar dari pemerintah pusat maupun daerah dalam bentuk anggaran pendapatan belanja negara (APBN) serta anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) sangat memicu gagalnya pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan, termasuk dalam agenda Millineum Development Goals (MDGs); cerdas, pintar, terampil, dan seterusnya. Ketiga, kondisi kota maupun kabupaten dengan sumber daya manusia (SDM) yang terbatas sangat memberikan efek buruk bagi mandeknya pembangunan pendidikan. Sebab, adanya SDM menjadi kata kunci bagi keberhasilan sekian banyak agenda pendidikan di daerah. Logikanya adalah bagaimana kota dan kabupaten akan bisa melakukan pembangunan pendidikan, sementara para pejabat dan aparat terkait di daerah tidak memiliki kemampuan-kemampuan tertentu dalam bidang yang diembannya. Roda pembangunan pendidikan yang bisa berjalan dinamis dan konstruktif menjadi bentuk untuk menjawab tamparan keras UNESCO terhadap pendidikan Indonesia. Pertama, kepemimpinan yang kuat sangat diharapkan bisa diwujudkan secara praksis dan konkret. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai nakhoda kapal Indonesia harus tegas dalam mengambil sebuah kebijakan politik pendidikan. Jangan mau diintervensi pihak-pihak tertentu yang coba menggodanya. Etos kerja tinggi, komitmen politik, dan tanggung jawab politik sebagai pengemban amanat rakyat untuk memajukan dunia pendidikan sangat dibutuhkan secara nyata. Kedua, tata kelola pemerintahan yang baik harus bisa dijalankan secara sinergis dan komplementer. "The right man on the right place" menjadi pintu utama untuk menyukseskan program pendidikan yang mencerdaskan. Kerja sama politik yang baik di banyak elite lapis diperlukan secara praksis. Ketiga, partisipasi semua pihak juga wajib hadir dalam konteks mendukung program-program pendidikan yang mencerdaskan. Semua lapisan masyarakat ditagih untuk ikut aktif dalam pengembangan dan pemajuan dunia pendidikan. Keempat, memunculkan sikap sadar terhadap persoalan-persoalan pendidikan harus pula dilakukan semua lapisan masyarakat. Sebab, pendidikan itu bukan hanya milik segelintir orang an sich, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
( Diulis Oleh :Moh. Yamin, staf peneliti pada FKIP Universitas Islam Malang) Sumber : Jawa Pos

11 Desember 2007

Forum Ilmiah Guru (FIG) Kendal Gelar Workshop Pembuatan Blog dan Workshop PTK 2007

Posted by Unknown 11:10 AM, under | 2 comments


Assalamualaikum wr. wb.
Alhamdulillah, tanggal 9 Desember 2007 bertempat di SMK 2 Kendal telah dilaksanakan workshop pembuatan blog bagi guru peserta Lomba Penulisan PTK 2007, yang berjumlah 19 orang ditambah dengan beberapa orang guru yang berminat di bidang tersebut.
Acara diawali dengan pengenalan internet dan pembuatan email yang disampaikan oleh Pak Narto, Kepala Sekolah SMA Rowosari Kendal, yang memang pengenalan tentang internet dan pembuatan e-mail ini adalah prasyarat bagi pembuatan blog. Kemudian acara dilanjutkan oleh Pak Yoshi, Guru SMA Cepiring, yang menyampaikan materi tentang pembuatan weblog.
Pada pembuatan blog ini rekan-rekan guru diarahkan untuk membuat weblog ke wordpress.com, yang memang dirasa cukups ederhana tetapi memiliki fitur yang sangat menjanjikan dengan kustomasi yang relatif mudah.
Peserta Workshop Pembuatan Weblog


Alhamdulillah hampir semua peserta dapat pulang dengan hasil nyata memiliki weblog di wordpress, walaupun masih sangat sederhana, dengan 1 buah posting yang telah di upload. Insya Allah dengan web log ini, komunikasi dan aktualisasi diri dari masing-masing peserta di ruang maya ini dapat terfasilitasi, sehingga meningkatkan wawsan informasi yang pada hasil akhirnya dapat menyerap informasi yang berguna bagi peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas masing-masing.

Untuk pelaksanaan Workshop PTK yang dilaksanakan di SMA Cepiring, hari Senin tanggal 10 Desember 2007, tanpa diduga peserta yang hadir ternyata sangat banyak, hampir semua undangan dapat hadir dan mengikuti pelatihan ini. Acara dibuka secara resmi oleh Kasi Kurikulum Subdin PP, Ibu Sri Mulyani M.Pd, yang mengedepankan pentingnya pengembangan profesi melalui penulisan karya ilmiah. Penyelenggaraan kegiatan ini didanai oleh Dinas P & K Kabupaten Kendal melalui dana APBD tahun anggaran 2007.
Acara inti workshop PTK ini dipandu oleh Drs. Winarno, Wakasek Kurikulum SMA Cepiring dan Dra. Yuniasih, Wakasek Kurikulum SMA 2 kendal. Dalam paparannya pak Win menjelaskan secara rinci tahapan pembuatan PTK, sedangkan Bu Yuni memandu peserta dalam penyusunan draft proposal, yang menjadi produk akhir dari penyelenggaraan workshop ini.

Pak Winarno Sedang memberikan Penjelasan Teknis Pembuatan PTK

Dari respon peserta yang tampak, jelas sekali kehausan dan kekuatan yang besar untuk sesegera mungkin mencoba menyelenggarakan PTK di kelasnya masing-masing. Hingga waktu yang disediakan panitia sampai dengan jam 17.00, harus diulur hingga jam 17.30, itupun terhenti karena terdengarnya adzan magrib.
Semoga, acara seperti ini dapat selalu mendapat suport dari dinas P & K dinas dan tentunya bermanfaat bagi pengembangan penelitian di kabupaten Kendal.
Wassalam

07 Desember 2007

Diskusi tentang Perubahan

Posted by Utomo 10:29 AM, under | No comments

Silahkan simak, diskusi yang terjadi ri ruang maya dengan menggunakan Yahoo massenger yang dilakukan oleh Pak Narto (sunarto2050), Kepala SMA Rowosari dengan Pak Utomo (Anom Utomo), pjs kasubdin pp dinas P&K, Kabupaten Kendal. Ada hal-hal yang menarik dan perlu ditarik benang merah dalam diskusi ini.
Silahkan dicermati...

sunarto2050: Materi wokshop utk CPNS apa saja??
ANOM UTOMO: Manajemen pembelajaran
ANOM UTOMO: Tugas pokok guru
ANOM UTOMO: praktik mengajar
sunarto2050: Pembuatan RPP.
sunarto2050: Perlunya membangun komitment untuk para guru baru dalam upaya meningkatkan kualitas proses kayaknya perlu juga lho.
sunarto2050: Sempat ada keluhan dengan hadirnya CPNS di sekolah, karena mereka belum siap menyesuaikan dengan budaya sekoah dimana dia ditugaskan.
ANOM UTOMO: ya pak nanti akan saya masukkan sebagai salah satu materi
ANOM UTOMO: menurut saya komitmen itu yang paling pokok
sunarto2050: Diskusi tentang ini terjadi juga saat temen2 ngumpul membuata blog dan merancang kegiatan FIG beberapa waktu lalu di rumah saya.
sunarto2050: Ada saja yang muncul dalam pembicaraan para CPNS baru, namun tak pernah menyinggung ttg tgs pokok dan upaya pembenahan dalam pelaksanaan tugas.
ANOM UTOMO: mulai sekarang akan kita ajak back tio basic
sunarto2050: menurut saya ini adalah indikasi bahwa motivasi jadi PNS pun blum berorientasi untuk apa menjadi guru.
ANOM UTOMO: guru kedepan ngomongnya itu tentang murid, metode mengajar, bahan ajar atau inovasi pembelajaran yang lain
sunarto2050: OK. basicnya memang harus membelajarkan peserta didik.
ANOM UTOMO: Kepala sekolah juga begitu, yang dibicarakan bagaimana memfasilitasi agar KBM berjalan efektif
ANOM UTOMO: Diskusinya seputar: apa yang diperlukan guru yang perlu campur tangan KS
ANOM UTOMO: Materi apa yang perlu di sediakan KS, alat pelajaran apa yang diperlukan guru yang perlu ditambah oleh KS
sunarto2050: Itulah, seharusnya. Supervisi pinginnya mampu mengubah performance guru dari sisi penyajiannya.
ANOM UTOMO: bagaimana ujian agar mencakup 3 ranag
ANOM UTOMO: bagaimana dan bagaimana lainnya tetapi harus dalam rangka efektifitas PBM
ANOM UTOMO: Demikian juga pengawas
ANOM UTOMO: Apa yang bisa dilakukan pengawas untuk membantu guru dan Ks dalam mengelola PBM dan sekolah
sunarto2050: Hal yang berkaitan dengan sikap dan perilaku gak mungkin diukur dengan soal, tapi harus dengan instrumen yang lain. pembelajarannya pun bukan kognitif tapi keteladanan.
sunarto2050: Kalau guru bicaranya kasar ya jangan mengharap anak berbicara halus.
ANOM UTOMO: Betul pak, makanya setiap orang harus memulai dan masing-masing menyadari
ANOM UTOMO: bahwa dirinya adalah agen perubahan
ANOM UTOMO: Seberapapun besarnya pasti ada pengaruh yang bisa dimainkan
sunarto2050: Bismillah saja.
ANOM UTOMO: Ya pak Nggak usah nunggu-nuinggu
ANOM UTOMO: Kalau tidak negeri kita diambang kehancuran
sunarto2050: Yang agak repot ternyata kalau dah berhadapan tembok tinggi. yang namnya "enggan berubah"
sunarto2050:
Semoga kita masuk golongan orang diberi petunjuk.
ANOM UTOMO: asal niatnya benar
ANOM UTOMO: isnya Allah dapat petunjuk dan kekuatan

Diskusi Sekitar Penilaian Afektif

Posted by Utomo 10:03 AM, under | No comments

BUZZ!!!sunarto2050: Halo dimana pak. ?
ANOM UTOMO: dikantor
ANOM UTOMO: dimana nih?
sunarto2050: pak, sosialisasi tentang permen no 20 (penilaian) sejauh mana??
sunarto2050: Ada hal yang sangat esensial dengan penilaian afektif.
ANOM UTOMO: apa itu?
sunarto2050: Kepribadian oleh Guru PKn dan akhlak Mulia oleh Guru Agama
ANOM UTOMO: kepribadian dilakukan oleh guru PKN dengan masukan dari guru lain
ANOM UTOMO: demikian juga agama, yang membuat nilai guru agama tapi tidak hanya dia yang menilai, ada masukan dari guru lain
sunarto2050: Ya. tapi diperlukan mekanisme yang jelas. serta perlu juga indikator2 yang perlu segera di sepakati.
ANOM UTOMO: Kalau saya punuya ide begini
ANOM UTOMO: prinsipnya semua murid dapat nilai tertinggi
ANOM UTOMO: kemudian pelanggaran mengurangai nilai itu
sunarto2050: Pada Rapat MKKS kemaren belum ada pemahaman yang sama, padahal penerimaan rapot tinggal 2 minggu lagi.
sunarto2050: Kalau ide saya agak berbeda, sekolah merumuskan indikator kepribadian dan Akhlak mulia, lalu indikatior tersebut penilaiannya digunkan skor/skala likert 1-5.
ANOM UTOMO: yang perlu disepakati adalah berapa skor pengurangan setiap pelanggaran atau penyimpangan
sunarto2050: terus dibuat kategori, sesuai Permen tersebut ada 4 kategori.
sunarto2050: Siapa yang melakukan penyekoran?
sunarto2050: sesuai permen mestinya semua guru memberikan skor kan?
ANOM UTOMO: ya betul
ANOM UTOMO: tinggal disepatai pelanggaran ringan itu apa saja dan berapa skornya
sunarto2050: inilah masalahnya.
sunarto2050: pembelajaran telah berakhir minggu ini, minggu besok sdh pelaksanaan uu akhir smt.
ANOM UTOMO: tidak masalah
ANOM UTOMO: adakan saja musyawarah dengan guru
sunarto2050: Artinya penilaian dilakukan sudah pada saat poses belajar.
ANOM UTOMO: sepakati kelompok pelanggaran yang masuk ringan sedang dan berat
ANOM UTOMO: terus kumpulkan catatan masing-masing guru atau apa yang pernah dilihat oleh guru
sunarto2050: Rapotnya sdh mengakomodir penilaian ini apa belum?
ANOM UTOMO: rekap hasilnya, terus di skor
sunarto2050: Ada kabar, surat edaran dr prov. masih menggunakan rapot spt th lalu. apa benar??
ANOM UTOMO: ya benar
ANOM UTOMO: saya secara pribadi masih sependepat dengabn raport itu
ANOM UTOMO: karena minimal kita diikat untuk melakukan penilaian yang agak komplit
ANOM UTOMO: kalau nilai hanya satu per mapel, saya khawatir penilaian kita nggak menyeluruh
sunarto2050: Kalau rapotnya sama dg th lalu berarti belum bisa melaksanakan permen ini..

Tips Mencari Beasiswa

Posted by Utomo 5:59 AM, under | No comments

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencari peluang beasiswa:
Pahami kriteria beasiswa yang diinginkan. Bila pemberi beasiswa berasal dari perusahaan atau lembaga yang berafiasiliasi ke perusahaan, pastikan ada-tidaknya ikatan dinas seusai masa pendidikan. Ikatan dinas ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dipelajari konsekuensinya. Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak semua beasiswa memberikan biaya penuh. Ada beasiswa yang hanya memberikan uang kuliah atau hanya untuk tugas akhir.
Perluas jaringan informasi dan komunikasi. Bila Anda bertekad mendapatkan beasiswa, jangan hanya memperbanyak informasi peluang beasiswa-yang biasanya mudah didapat di internet atau di kampus-kampus. Anda juga harus mulai membangun komunikasi dengan dunia pendidikan, baik dalam maupun luar negeri, khususnya lembaga pendidikan yang dituju. Sasarannya antara lain mendapatkan rekomendasi dari profesor atau pengajar universitas setempat.
Pastikan Anda memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan. Cermati detil informasi beasiswa dengan seksama. Bila Anda tidak memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan, jangan memaksakan diri untuk mendaftar. Pemberi beasiswa sangat ketat dalam menyeleksi calon penerima. Ini tentu berkaitan dengan kepentingannya sebagai pemberi beasiswa. Di samping itu, persaingan mendapatkan beasiswa sangat ketat sehingga berlaku sistem ranking dalam menentukan ’pemenang’.
Lengkapi persyaratan secepatnya. Bila Anda sudah menetapkan satu pilihan, susun daftar persyaratan yang dibutuhkan dan bergegaslah melengkapi semuanya. Melamar beasiswa tidak ubahnya melamar pekerjaan. Bila persyaratan administrasi tidak lengkap, Anda akan langsung tereliminasi dari proses seleksi. Persyaratan untuk beasiswa pascasarjana kurang lebih sama dengan tingkat sarjana namun dengan bobot yang lebih tinggi, antara lain:
Nilai IPK S1.
TOEFL atau IELTS GMAT atau GRE.
Pengalaman kerja.
Surat rekomendasi dari dosen atau atasan tempat bekerja.
Surat rekomendasi dari universitas yang dituju (Letter of Acceptance atau Call Forward).
Pengalaman organisasi atau lembaga kemasyarakatan.
Artikel dalam bentuk essai (berisi motivasi dan kualifikasi diri).
Sumber : Kompas

05 Desember 2007

AGENDA KEGIATAN FIG KENDAL

Posted by Unknown 9:56 PM, under | No comments

Assalamualaikum wr. wb.
Setelah sukses menggelar lomba PTK jenjang TK, SD, SMP, SMK dan SMA tingkat kabupaten Kendal, 27 Oktober 2007 di SMP 3 Patebon, FIG Kabupaten kembali mengagendakan beberapa kegiatan ilmiah yang insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Bertempat di kediaman Pak Narto, tanggal 05 Desember 2007 disepakati 3 agenda kegiatan FIG yang telah dan akan diselenggrakan dalam waktu dekat ini, yaitu :
  1. Workshop Pembuatan Weblog Guru, kegiatan ini direncanakan diselenggarakan pada Hari Minggu, 9 Desember 2007, dari jam 08.00 s.d. 12.00, di SMK 2 Kendal. Target kegiatan ini adalah peserta yang diambil dari guru-guru peserta lomba PTK tahun 2007 dapat mempunyai weblog pribadi yang diharapkan dapat menjadi ajang komunikasi dan aktualisasi diri di dunia maya.
  2. Workshop PTK 2007, kegiatan ini direncanakan diselenggarakan pada hari Senin, 11 Desember 2007, dari jam 14.00 s.d. 17.00. di SMA Cepiring. Target kegiatan ini adalah peserta yang dapat membuat proposal kegiatan penelitian.
  3. Pelatihan Pembuatan Weblog Pengurus FIG, kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Nopember 2007 untuk tahap pertama, dan akan dilaksanakan pelatihan tahap kedua pada tanggal 17 Desember 2007.

Wassalam.

PELATIHAN GURU CPNS

Posted by Utomo 3:48 PM, under | No comments

Dalam rangka mempersiapkan guru CPNS agar memiliki kompetensi yang memadai, maka Dinas P dan K Kab.Kendal melalui Subdin Ketenagaan akan menyelenggarakan Workshop Guru CPNS.
Adapun sasarannya adalah guru-guru CPNS yang baru saja mendapatkan SK Penempatan di TK,SD,SMP,SMA dan SMK . Jumlah guru yang akan dilatih sebanyak 285 orang terdiri dari guru TK sebanyak 75 orang, SD sebanyak 50 orang, SMP 50 orang dan SMA/SMK 110 orang.
Workshop akan dilaksanakan besuk pada tanggal 13 s.d 15 Desember 2007 bertempat di kompleks SMA PGRI 01 Kendal.
Sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah para pengawas TK/SD, SMP dan SMA/SMK kabupaten Kaendal.

03 Desember 2007

UJIAN NASIONAL 2008

Posted by Utomo 5:22 AM, under | No comments

Diberitahukan kepada para pembaca bahwa berkaitan dengan ujian Nasional tahun 2008 sudah keluar aturan resminya yaitu :
1. Permendiknas No. 34 tahun 2007 tertanggal 5 november 2007 tentang Ujian Nasional 2008 lengkap dengan lampirannya yaitu Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional.
2. Keputusan BSNP No.984-BSNP-XI-2007 tentang Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional 2007/2008.
3. Permendiknas no.39 tahun 2007 tentang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) lengkap dengan POS dan SKL nya (UNTUK SEKOLAH DASAR)
Yang memerlukan dapat mengunduh pada :

  • bsnp-indonesia.org klik di sini, atau
  • hard copynya di Subdin Pendidikan dan Pengajaran Dinas P dan K Kendal atau
  • pada pengawas sekolah masing-masing!
Terimakasih.

KLIPING KORAN

Posted by Utomo 4:59 AM, under | No comments

Internet di SD Memang Sudah Zamannya

Ester Lince N

Jangan heran jika melihat anak-anak sekolah dasar di Singapura tidak canggung memanfaatkan komputer atau laptop, telepon seluler, internet, whiteboard interaktif, hingga peralatan canggih laboratorium. Maklum, dalam pembelajaran sehari-hari mereka sudah memanfaatkan secara optimal teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan untuk memperumit pembelajaran. Justru pelajaran-pelajaran yang sulit atau susah menjadi mudah, menarik, dan menyenangkan bagi siswa.

Melalui pemanfaatan TIK, misalnya, disajikan game, suara, dan animasi sehingga siswa mudah mengerti materi pelajaran.

Perkembangan TIK yang diyakini akan mentransformasi proses belajar dan mengajar di sekolah masa depan inilah yang mewarnai pelaksanaan International Conference on Educational and Technology (ICET) 2007 di Singapura, 21-22 November lalu.

Chang Hwee Nee, Wakil Sekretaris Bidang Kebijakan, Kementerian Pendidikan Singapura, mengatakan, dalam kaitannya dengan pendidikan, perkembangan TIK seharusnya mampu mendorong guru untuk memanfaatkan TIK. Bukan cuma game, tetapi blog yang dijuluki sebagai buku tulis harian online, mailing list, juga dimanfaatkan optimal sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif.

"Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi akan mengubah proses belajar dan mengajar di sekolah ke arah pendidikan yang mendorong inovasi dan eksperimen. Hal ini memerlukan komitmen kuat dari guru untuk memanfaatkan teknologi, baik hardware, software, maupun e-learning untuk membuat belajar jadi mudah bagi siswa," kata Chang Hwee Nee dalam pembukaan ICET Ke-4 yang diikuti sekitar 1.200 peserta dan 40 perusahaan TIK untuk pendidikan.

Chang mengatakan, Pemerintah Singapura mendorong penggunaan TIK secara nasional.

Rencana induk pemanfaatan TIK untuk pendidikan pertama yang dibuat tahun 1997 yang menekankan pada ketersediaan infrastruktur TIK telah diubah. Rencana induk kedua mulai tahun 2002 diarahkan guna memaksimalkan teknologi di era digital untuk membuat Singapura menjadi bangsa cerdas yang disebut Intelligent Nation by 2015 (IN2015).

Sekolah masa depan

Berdasarkan survei Badan Pengembangan Informasi dan Komunikasi Singapura (Infocomm Development Authority/IDA of Singapore) tahun lalu, 78 persen keluarga di negara ini memiliki minimal satu komputer, umumnya mereka yang memiliki anak usia sekolah. Penggunaan internet untuk aktivitas pendidikan dan belajar juga cukup tinggi.

Kemudahan mengakses internet di ruang publik cukup didukung. Agustus 2007 ini tercatat 5.600 hotspot yang melayani 520.000 pelanggan internet di Singapura.

Ronnie Tay, Kepala Badan Pengembangan Informasi dan Komunikasi Singapura, mengatakan, pemanfaatan TIK dalam pendidikan membuat siswa belajar secara mandiri. Mereka selama ini terbiasa mengekspresikan diri dengan menggunakan blog, foto, maupun video di situs web yang menyediakan layanan ini. Akhirnya, peran guru pun lebih banyak sebagai fasilitator yang mendorong siswa terus kreatif dengan memanfaatkan media digital yang interaktif.

Pemerintah Singapura juga sudah membentuk model sekolah masa depan atau future school salah satunya adalah Classroom of The Future di National Institute Education.

"Mengenalkan anak-anak dengan lingkungan digital yang baru berkembang berarti kita menyiapkan mereka masuk ke dunia masa depan dan berkontribusi di dunia yang akan semakin bergantung pada teknologi," kata Ronnie Tay.

"Software" Indonesia

Di tengah canggihnya kemajuan TIK di bidang pendidikan di Singapura dan negara-negara lain, ternyata Indonesia juga tetap mampu berkontribusi untuk mentransformasi pendidikan di dalam kelas.

Perusahaan software pendidikan Indonesia yang mampu bersaing dengan perusahaan TIK bidang pendidikan dari negara-negara lain tersebut adalah PT Pesona Edukasi atau orang asing mengenalnya sebagai AmazingEdu. Perusahaan ini mampu menciptakan software pendidikan fisika dan matematika dengan kekuatan animasi.

Sayangnya, penghargaan negara lain terhadap software Amazing Physics dan Amazing Mathematics produksi Indonesia ini belum mendapat perhatian yang luas dari dalam negeri, termasuk pemerintah. "Kami berjuang sendiri mengembangkan software yang memudahkan guru mengajarkan Fisika dan Matematika yang rumit di kelas karena concern kami kepada pendidikan," kata Hary Sudiyono Candra, Direktur PT Pesona Edukasi.

Perusahaan ini sudah berkecimpung dalam pengembangan software pendidikan sejak tahun 1986. Sejumlah penghargaan internasional juga diraih. Dengan sajian animasi yang menarik dan pembelajaran interaktif, software ini sudah dipakai di 22 negara dan 1.500 sekolah di Indonesia.

"Tantangan dari pemanfaatan TIK di pendidikan ini justru bagaimana membuat materi pelajaran di sekolah yang susah dan tidak disenangi siswa menjadi menarik. Departemen Pendidikan seharusnya menekankan pemanfaatan TIK di Indonesia itu ke arah content sehingga siswa Indonesia menemukan kegembiraan dalam belajar," kata Hary.

Penggunaan ICT untuk pendidikan, kata Hary, bukanlah memindahkan teks buku ke internet atau media lain. Justru yang harus dilakukan bagaimana membuat materi pelajaran itu sangat mudah dicerna. Ini bisa mudah dikembangkan dengan menggunakan animasi yang benar-benar bisa disenangi dan dipahami siswa.

Perangkat lunak ini, misalnya, bisa menjelaskan gaya gravitasi dengan sajian animasi helikopter yang hendak terbang dan suara desing baling-baling.

Peranti lunak fisika dan matematika ini dipakai secara berlangganan untuk sekolah-sekolah dalam kurun waktu tertentu. Douglas Osheroff, peraih Nobel Fisika tahun 1996 dari Amerika Serikat, menyatakan kekagumannya dengan isi software fisika yang dilihatnya. Software ini dibeli Osheroff saat berkunjung ke Indonesia tahun 2005 dan memakainya di Universitas Stanford, Amerika Serikat.

Jadi sayang kalau semua fasilitas dan potensi yang ada tidakdimanfaatkan optimal. Kini, memang sudah zamannya siswa SD akrab dengan internet dan TIK. (SUMBER: Kompas 3/12/07)

02 Desember 2007

Penerapan 17 Hukum Kerjasama Dalam Pengelolaan Sekolah I

Posted by Utomo 6:36 AM, under | No comments

Kita tahu bahwa permasalahan pendidikan baik di tingkat makro dan di tingkat mikro perlu mendapatkan penanganan yang serius. Adalah tanggungjawab setiap orang untuk memperbaiki praktik pendidikan kita. Kini saatnya semua berperan melakukan gerakan perubahan secara sinergi mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat di atasnya. Bagaimana kerjasama yang sinergis itu dapat dilakukan? Barangkali 17 hukum kerjasama ini dapat dijadikan referensi untuk dipraktikkan dalam pengelolaan pendidikan di sekolah.
1. HUKUM NILAI KERJASAMA
Satu adalah Jumlah yang Terlalu Sedikit untuk Mencapai Kebesaran
Jika memungkinkan untuk melibatkan orang lain maka mengerjakan sendiri suatu tugas atau pekerjaan adalah kerugian yang besar. Memang adakalanya perlu dibentuk tim-tim kecil untuk sebuah tugas tertentu tetapi sebaiknya tim-tim itu dalam melaksanakan tugasnya memberikan peluang kepada anggota di luar tim untuk memberikan sumbang saran dan masukannya terhadap tugas tim itu.

2. HUKUM GAMBARAN BESARNYA
Sasarannya adalah Lebih Penting daripada Perannya
Sering seseorang lebih mementingkan perannya dibanding sasarannya, sehingga terjadi di suatu sekolah seorang wakil kepala sekolah bidang kesiswaan hanya karena tidak menjadi ketua panitia karya wisata lantas mengancam akan mengundurkan diri. Hal seperti ini berarti lebih mementingkan peran dibanding sasarannya. Bukankah yang lebih penting bagaimana karya wisata itu sukses? Apalagi sebagai seorang wakil kepala bidang kesiswaan toh dia masih bisa memberikan masukan kepada panitia untuk kelancaran kegiatan. Di lembaga yang anggota-anggotanya lebih mementingkan peran dari pada sasaran cenderung akan terjadi perebutan peran tetapi tidak melaksanakan pelerjaan dan tugas secara maksimal. Bahkan dalam kondisi yang parah mereka akan berupaya untuk mendapatkan peran dengan cara apapun, yang penting dapat peran bukan bagaimana kontribusinya pada pencapaian sasaran.

3. HUKUM POSISI YANG TEPAT
Semua Pemain Memiliki Tempat Di Mana Mereka Paling Memberikan Nilai Tambah
Ibarat sepeda motor, dalam sebuah organisasi termasuk sekolah semua orang berperan. Tidak ada satupun yang tidak bermanfaat. Jika setiap orang dengan peran masing-masing dan kedudukan masing-masing berupaya untuk memberikan nilai tambah dalam posisinya maka organisasi yang demikian akan bertabur bintang. Bukankah sebenarnya tidak ada sekolah /organisasi yang berprestasi? yang ada adalah orang-orang yang berprestasi. Akibat prestasi dari setiap anggota organisasi itu maka organisasi itu menjadi organisasi berprestasi. Maka yang perlu di dorong adalah bagaimana setiap orang bisa berprestasi dalam posisinya masing-masing.(Bersambung)

Tulisan ini diadopsi dan diadaptasi dari tulisan yang berjudul : 17 Hukum Kerjasama

01 Desember 2007

Forum Komunikasi Komite Sekolah Terbentuk

Posted by Utomo 8:28 PM, under | 2 comments

Disela-sela kegiatan Workshop pemberdayaan komite sekolah yang dilaksanakan oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Kendal berhasil dibentuk Forum Komunikasi Komite Sekolah. Forum ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi Dewan Pendidikan dengan komite sekolah di setiap kecamatan. Setiap kecamatan terbentuk kepengurusan Forum dengan susunan pengurus : seorang koordinator, seorang sekretaris, dan lima orang anggota yang mewakili komite sekolah jenjang Sekolah Menengat Atas, jenjang SLTP dan jenjang SD/MI.
Seluruh pengurus forum telah dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kendal yang diwakili oleh Wk Ketua Dewan Pendidikan Drs. Utomo,M.Pd.

Penanda

Arsip Blog