Dynamic Glitter Text Generator at TextSpace.net
Terwujudnya Kendal yang Beriman, Bertaqwa, Cerdas, Terampil dan Berbudaya

30 Mei 2008

Pelajar Indonesia Raih Dua Medali Emas IYIPO 2008

Posted by Utomo 8:24 PM, under |

Jakarta, Selasa (27 Mei 2008) -- Pelajar Indonesia meraih dua medali emas pada International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) 2008 di Tbilisi, Georgia pada 15-17 Mei 2008. Medali emas masing-masing dipersembahkan oleh Tim Mathematics - Computer Application dan Tim Biologi. Para peraih medali emas tersebut tiba pada Selasa (27/05/08) di terminal kedatangan luar negeri Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Kedatangan tim disambut oleh Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Mandikdasmen Depdiknas, Sungkowo Mujiamanu. “Saya bangga, penelitiannya itu original jadi kita hargai sekali. Anak bisa mengaplikasikan matematik dan bisa membuat temuan seperti itu. Ini baru penelitian tingkat dasar, tapi ini sudah merupakan trademark dari anak-anak itu sendiri," kata Sungkowo saat memberikan keterangan pers. Menurut dia, para peraih emas olimpiade internasional akan diusulkan kepada presiden untuk mendapatkan penghargaan Satyalancana Wirakarya.
Peraih medali emas untuk bidang Mathematics - Computer Application adalah Yoseph, pelajar dari SMA Kharisma Bangsa, Tangerang. Dia berhasil meraih posisi pertama menyisihkan saingan dari sebanyak 27 negara. Pada proyeknya yang berjudul "Numerical Solution of Heat Equation" dia berusaha untuk menganalisis penyebaran panas pada bidang dua dimensi. "Project saya tentang bagaimana menghitung pendistribusian panas memakai pemrograman Matlab pada komputer," kata Yoseph.
Melalui penelitian yang dilakukan selama empat bulan, Yoseph berhasil memprediksi dan menghitung penyebaran panas pada bidang satu dimensi lalu dikembangkan untuk bidang dua dimensi. Pengetahuan akan penyebaran panas tersebut berguna dalam kehidupan sehari-hari misalnya, untuk isolasi bangunan dari panas agar tidak terganggu oleh perubahan cuaca. "Hasil penelitian ini bisa membantu para engineering untuk membuat alat elektronik yang berfungsi dengan baik," ujarnya.
Sementara Tim Biologi terdiri atas Muhammad Farhan Barona dan Erfan Ramadhani, keduanya siswa SMA Fatih Banda Aceh. Mereka mengusung proyek berjudul "Neutralizing Contaminated Sea Water by Mangroves". Analisis penelitiannya menunjukkan bahwa akar bakau dapat menyerap logam berat, yang menimbulkan gangguan di lingkungan air. Keberadaan hutan bakau juga mampu menjaga kebersihan air dari limbah industri manufaktur. "Tolong agar pohon bakau jangan ditebang karena berguna untuk suaka marga satwa dan pembersih logam berat," pesan Farhan.***Sumber: Pers Depdiknas

28 Mei 2008

VERIFIKASI CALON SMP SSN

Posted by Utomo 10:48 AM, under |

Untuk menentukan sekolah-sekolah yang akan ditetapkan sebagai Sekolah Standar nasional (SSN) pada tanggal 27 dan 28 Mei 2008 dilaksanakan verifikasi SSN. Petugas verifikasi adalah Tim Direjktorat Pembinaan SMP. Adapun Jadwal pelaksanaan adalah sbb :
1.SMP N 3 Patebon
2, SMP PMS
3.SMP 1 Brangsong

25 Mei 2008

Pengumuman sementara Penerimaan Mahasiswa Baru D3 TKJ Konsorsium Seamolec

Posted by Rahmawan Hatmantrika, M.Kom 2:18 PM, under |

Kami memberitahukan kepada warga Indonesia khususnya warga Jawa Tengah, bahwa pada tahun 2008 Seamolec bekerjasama dengan Provider dan ICT Center akan menerima mahasiswa baru; dengan program D3TKJ Konsorsium Seamolec; mahasiswa adalah mahasiswa mandiri dengan maksud;
1. biaya sendiri yang besarnya biaya kuliah adalah 50% x besarnya biaya reguler
2. tidak ada uang gedung
3. kuliah sistem hybrid (artinya 30% tatap muka di kampus,
70% online di tempat magang)
4. tempat magang bersama-sama dengan kakak kelas angkatan 2006 dan 2007
5. Pendaftaran; Gelombang I; dimulai
- Tanggal : 16 Juni sd 5 Juli 2008
- Waktu : 08.00 s.d. 16.00 WIB
6. Tempat Pendaftaran di Mitra 150/Provider dan Mitra 500 (ICT Center/SBI/SSN)
7. Biaya Pendaftaran gratis
8. Biaya Tes sebesar Rp. 150.000,- (Seratus lima puluh ribu rupiah)

PERSYARATAN
a. Persyaratan Pendaftaran (Umum)
- WNI Lulus SLTA atau sederajat
- Usia maksimal 24 tahun pada bulan Agustus 2008
- Sehat jasmani dan Rohani, tidak cacat fisik dan buta warna yang dinyatakan oleh
pernyataan dokter
- Memiliki motivasi dan minat di bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
- Tidak sedang dalam keadaan kuliah di Perguruan Tinggi lain
b. Pendaftaran
- Tempat pengambilan formulir Pendaftaran diunduh (download) di web
http://jardiknasjateng.org/blog/pada bagian download
- Formulir yang telah diisi diserahkan ke Mitra 150 atau ke Mitra 500 , dengan
melampirkan:
- foto copy ijazah SLTA / sederajat yang dilegalisir
- Pas photo ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
- bukti kwitansi pembayaran tes sebesar Rp. 150.000,-
c. Test Seleksi dilaksanakan serempak di Mitra 150 dan Mitra 500.
MATERI UJIAN
- Tes Ujian Teori (Matematika, Dasar2 komputer, Bhs Inggris dan KKPI)
- Wawancara
11. mohon kepada semua mahasiswa D3TKJ angkatan 2006 dan 2007 untuk menginformasikan
kepada adik2 yang mau melanjutkan kuliah tahun 2008.

Demikian, informasi awal, informasi lebih lanjut akan disampaikan disini, mohon saran dan masukan, demikian terima kasih.

Sumber : Pak Kasmadi (http://jardiknasjateng.org/blog)

24 Mei 2008

Langkah Maju Polisi

Posted by Utomo 10:09 PM, under |

KENDAL-Kasat Lantas Polres Kendal, Iptu Ari Wibowo membuat kejutan yang tidak pernah diduga anggotanya. Kemarin pagi, usai mengikuti apel, tiba-tiba dalam waktu lima menit seluruh anggota diperintah untuk mengumpulkan sepeda motor yang setiap hari mereka kendarai.
Setelah menjalani pemeriksaan, sedikitnya ditemukan 25 kendaraan dari 80 kendaraan milik anggota Satlantas diketahui melanggar peraturan. Petugas yang melanggar peraturan langsung didata dan dilaporkan ke Polda Jateng untuk ditindaklajuti.
Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas termuda di Jawa ini mengatakan, pelanggaran banyak dilakukan pada penebalan plat nomor dan tidak membawa STNK. Meski demikian, pelanggaran kebanyakan masih dalam kategori ringan. Walaupun begitu, pihaknya tetap menindak tegas para anggotanya.
"Sebelum menindak masyarakat, kita harus memberi contoh. Siapa saja yang melanggar aturan akan ditindak, walaupun dia seorang petugas," tegasnya.
Kasat berharap, sidak kali ini akan membawa memberi efek jera kepada para anggota, sehingga tidak lagi melakukan pelanggaran.
Sumber : Wawasan

Pendataan Anak Usia 7-15 tahun

Posted by Utomo 9:52 PM, under |

Forum PUS (Pendidikan Untuk Semua) yang dimotori Bappeda (pak Parjan dan pak Edy) dengan anggota unsur Dikpora, Dinas Kesehatan, Dewan Pendidikan, Badan Pemberdayaan perempuan dan KB, PGRI, Dikdasmen Muhammadiyah,Maarif beberapa waktu lalu melaksanakan rapat koordinasi bersama seluruh camat dan Koordinator PPKB di Ruang Sidang Bappeda. Materi yang dibahas adalah verifikasi data anak usia 7-15 tahun yang belum bersekolah. Karena berdasarkan data BKKBN di Kabupaten Kendal masih terdapat 9010 anak usia 7-15 tahun yang belum bersekolah. Sesuai komitmen pemerintah pada tahun 2008 ini wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun harus tuntas. Maka dengan demikian kabupaten Kendal masih punya pekerjaan rumah yang besar.
Oleh karena itu maka diperlukan langkah-langkah khusus untuk memberikan treatmen terhadap anak usia 7-15 tahun yang belum bersekolah tersebut. Agar intervensi yang akan dilakukan tepat sasaran maka disepakati oleh forum PUS bahwa dari 9010 anak tersebut perlu dicek kembali kebenarannya dan didata ulang sampai diketahui nama dan alamat 9010 anak yang belum bersekolah tersebut. Adapun penanggungjawab pelaksana kegiatan pendataan di tiap kecamatan adalah para camat dan secara operasional dilapangan dibantu oleh petugas lapangan keluarga berencana.
Pendataan dilaksanakan sampai dengan tanggal 22 Mei dan dikumpulkan ke Bappeda pada tanggal 23 Mei yang keudian akan dianalisis dan dicarikan treatmen intervensi sesuai permasalahan yang ada. Dengan demikian maka diharapkan pada awal tahun pelajaran 2008/2009 pada tanggal 14 juli 2008 seluruh anak usia 7-15 tahun yang belum bersekolah dapat ditampung di lembaga pendidikan yang ada baik pendidikan formal dan non formal.

18 Mei 2008

Informasi Bantuan SMK

Posted by Utomo 10:58 PM, under | 1 comment

Yth. Kepala SMKN/Swasta di Kab.Kendal:

Ada informasi penetapan bantuan RKB, Workshop/Perpustakaan/Rehab/pengadaan peralatan dan Lab.Komputer. Silahkan buka di millis dikmenjur atau datang ke Bidang Dikmen Dinas Dikpora kab.Kendal untuk mengambil copy Undangan Bintek dan penandatanganan MOU pemberian bantuan (bagi sekolah yang mendapatkan).

Perlu diketahui bahwa Bintek dan penandatanganan MOU akan dilaksanakan tanggal 22 Mei 2008 di jakarta.

Kabid Dikmen

Utomo

Sumber : file yang ada di MILISDIKMENJUR dalam folder : BIMTEK 2008 Mbak LiaDit. Pembinaan SMK Jakarta 0817-9917-487

17 Mei 2008

100 Tahun Kebangkitan Nasional, Benahi Pendidikan

Posted by Unknown 12:25 PM, under | No comments

Saat ini saya melihat adanya perbedaan visi pemerintah dan para pelaksana pendidikan.

Asep Saefuddin

Bila kita pelajari sejarah, kebangkitan nasional yang diawali dengan pendirian organisasi modern Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 itu disebabkan oleh kuatnya pendidikan para pendiri organisasi itu. Para pendiri Boedi Oetomo seperti R Soetomo dan kawan-kawannya adalah mereka yang sedang menjalani pendidikan kedokteran (STOVIA) di Betawi (Jakarta). Begitu juga sejarah kebangkitan negara-negara jajahan di dunia, semua dimulai oleh mereka yang telah terdidik.

Betapa pun kayanya sumber daya alam yang dimiliki, sulit akan mengangkat derajat sebuah negara, bila manusianya tertinggal. Saya menganggap bahwa manusia adalah sumber dari perkembangan negara. Untuk itu, manusia bukanlah sumber daya yang disejajarkan dengan komponen sumber daya lainnya yang biasanya dipakai dalam ekonomi produksi. Manusia adalah sumber kreativitas yang harus terus berkembang. Bilamana manusia dianggap sebagai sumber daya, maka pendidikan kita akan selalu parsial dan tidak mampu menjadi pemimpin (leader) dalam berbagai kancah kehidupan, termasuk dunia ekonomi. Untuk itu, dalam peringatan 100 tahun kebangkitan nasional ini benahilah pendidikan Indonesia. Pembenahan ini baik untuk sistem pendidikannya maupun untuk struktur pemerintahannya. Depdiknas harus dipegang seorang menteri senior yang kuat visi pendidikannya. Bilamana perlu, Menko Kesra adalah ex-officio Mendiknas.

Pendidikan adalah sebuah proses untuk menyadarkan betapa pentingnya manusia dan kemanusiaan. Melalui pendidikan juga diajarkan tentang pentingnya keberagaman (pluralisme), penghormatan terhadap perbedaan pemahaman kepercayaan (agama) dan kesamaan haknya sebagai warga negara. Intinya, melalui pendidikan yang benar, manusia Indonesia akan mempunyai fondasi yang kuat sehingga menjadikannya terhormat di hadapan bangsa-bangsa lain.

Pemerintah dan para guru harus mempunyai visi yang sama dalam pendidikan, bukan sekadar mematok kriteria-kriteria idealistis yang cenderung too good to be implemented. Saat ini saya melihat adanya perbedaan visi pemerintah dan para pelaksana pendidikan. Akhirnya, tidak jarang para guru keluar dari kaidah-kaidah pendidikan itu sendiri, hanya untuk mencapai target minimum, tekanan-tekanan pemerintah. Kita harus jujur mengakui bahwa kesalahan jangan terlalu dilimpahkan kepada guru. Pemerintah harus berani mengakui bahwa hal ini adalah bagian dari kesalahan sistemik.

Contoh riil bisa kita lihat betapa Ujian Nasional (UN) saat ini, seolah-olah ada dua kubu: kubu sekolah dan kubu pemerintah. Lalu polisi menjaga dengan pendekatan ekstraketat, seakan-akan para guru adalah kelompok kiriminal.

Di tingkat dasar, pendidikan sebaiknya jangan menjadi beban utama masyarakat. Mereka harus dengan tenang mengirimkan anaknya ke sekolah tanpa banyak dibebani uang sekolah yang tidak terjangkau ditambah lagi uang sumbangan wajib lainnya. Bahkan sebaiknya mereka dibebaskan dari jenis pungutan apa pun, termasuk SPP (Sumbangan Pembiayaan Pendidikan). Prinsipnya pendidikan dasar harus gratis tetapi berkualitas, karena hal itu menjadi awal pengembangan watak manusia Indonesia.

Pada tingkat dasar anak didik mulai dikenalkan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan (humanity), kebenaran (truth), dan keteraturan (order) dalam kehidupan sehari-hari persekolahan secara tenang dan realistis. Unsur-unsur soft skill dan hard skill sudah mulai berbenih sedini mungkin.

Pada tahap berikutnya, Perguruan Tinggi dapat meneruskan pendidikan dengan lebih menekankan kepada hard skill, yakni ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesionalisme. Untuk itu, Perguruan Tinggi harus mempunyai aktivitas riset yang kuat diisi oleh orang-orang yang memang terpilih dari segi kekuatan hard skill. Adapun soft skill-nya sudah merata dimilikinya melalui pendidikan sejak tingkat dasar. Walaupun demikian, pelaksana kampus harus mengemas kegiatan kemahasiswaan yang dapat menyuburkan soft skill, daya imajinasi dan inovasi sivitas (dosen dan mahasiswa). Artinya ekosistem pendidikan ditata sedemikian rupa sehingga kondusif terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan, kebenaran, dan keteraturan. Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan adalah pengejawantahan pluralisme kemanusiaan, seni-budaya, profesionalisme, dan entrepreneurial berbasis pada teknologi (technopreneurship).

Perguruan tinggi jangan terjebak pada birokrasi yang berlebih-lebihan dengan aturan-aturan kaku pemerintahan yang mengebiri para dosen. Para eksekutif kampus sebaiknya dengan leluasa dapat menggalang kerja sama dengan industri untuk kepentingan riset, pemagangan mahasiswa, aplikasi teknologi, dan pembangkitan pendapatan.

Bilamana kampus sudah terbiasa membawakan prinsip-prinsip kemanusiaan, kebenaran dan keteraturan disertai aspek-aspek sains, teknologi, seni-budaya, dan penghormatan terhadap pluralisme, maka pemerintah tidak usah khawatir dengan kebebasan akademik. Mereka pasti akan menjadi sumber inspirasi pembaharuan dan pembangunan, tidak akan destruktif. Akan tetapi bila pendekatan birokratis, supresif dan pola-pola kekuasaan masih sangat dominan yang secara tidak sadar masuk ke dalam kurikulum dan jargon-jargon pembinaan, maka keindahan kampus dan kebebasan akademik tidak berkembang. Sebagai akibatnya, situasi kampus menjadi selalu kering, kaku, tidak bergairah dan temperatur tinggi. Pada saat itu, kampus bagaikan pabrik pencetakan ‘sumber daya manusia', dan mahasiswa menjadi tempramental bahkan cenderung brutal. Bila sudah demikian, sulit sekali diperoleh manusia Indonesia yang kreatif, inovatif, dan berpikiran terobosan (breakthrough). Lalu, apa yang diperoleh? Cita-cita kebangkitan nasional akan semakin jauh. Selamat 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional.

Dosen pada Departemen Statistika IPB


Dua Buku Sastra dari Indonesia-Malaysia Diluncurkan

Posted by Utomo 5:56 AM, under | 1 comment

JAKARTA, JUMAT- Sastrawan dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, kembali menunjukkan keakraban. Setelah membuat deklarasi bersama Maret 2008 lalu, sastrawan Indonesia dan Malaysia, Jumat (16/5), di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin meluncurkan dua buku sastra, yaitu kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia) dan Kumpulan Cerpen Perempuan Bergaun Putih, karya Sawali Tuhusetya (sastrawan Indonesia).
Peluncuran buku yang digelar Komunitas Sastra Indonesia, Komunitas Cerpen Indonesia, dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin itu sekaligus menggelar diskusi dan pembacaan puisi dalam bahasa Melayu dan Mandarin, pembacaan cerpen dan musikalisasi puisi.
Ketua Umum Komunitas Sastra Indonesia Ahmadun Yosi Herfanda ketika mengupas buku Kembali dari Dalam Diri mengatakan, jika didekati secara intertekstual, pemaknaan sajak-sajak Ghaffar (58) lebih kaya dan komprehensif. Tidak hanya membaca kegelisahan hati dan pencapaian estetik seorang penyair, tapi juga kegelisahan hati dan pencapaian estetik seorang penyair, tapi juga kegelisahan masyarakat Melayu sebagai sebuah komunitas politik, budaya, dan agama di tengah berbagai persoalan dunia dan persoalan etnisnya sendiri. sumber : Kompas

16 Mei 2008

Di Taman Ismail Marzuki : Pak Sawali Luncurkan Kumpulan Cerpen

Posted by Utomo 6:01 AM, under | No comments

Hari ini Jum'at, 16 Mei 2008 jam 13.30 - 18.00 di Taman Ismail Marzuki (TIM) akan dilakukan Diskusi Buku dan Peluncuran Kumpulan Cerpen berjudul : Perempuan Bergaun Putih karya pak Sawali Guru SMPN 2 Pegandon. Selengkapnya di:http://sawali.info/2008/05/11/diskusi-buku-dan-peluncuran-kumcer/
Segenap Tim Pengembang dan JIP Kendal mengucapkan selamat untuk Pak Sawali. SIAPA MENYUSUL???

13 Mei 2008

HASIL SELEKSI GURU PEMANDU MGMP 2008

Posted by Unknown 10:23 AM, under | 3 comments

Assalamualaikum wr. wb.
Berdasarkan hasil seleksi guru pemandu LPMP Jawa Tengah tahun 2008 yang diselenggarakan di LPMP Jawa Tengah, Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon Semarang tanggal 19 Maret 2008, telah diumumkan hasil seleksi tersebut yang dapat anda lihat secara lengkap dengan mengunduh melalui situs LPMP atau dengan melakukan klik di sini. atau klik di sini

Informasi terbaru dari situsnya Mas Abimanyu, saat ini server lpmp jebol karena kelebihan akses, untuk mendapatkan pengumuman hasil seleksi dapat anda lihat pada sharebox pada sebelah kanan website ini atau kunjugi weblognya mas Abimanyu

Bagi rekan-rekan dari Kabupaten Kendal, hasil tersebut dapat di lihat pada tabel berikut :

Nama

NIP

Sekolah

MP

Ket

Hasto Kuncahyo

131429671

SMAN 1 Sukorejo

Biologi

SMA

Asri Hapsari, S.Pd

500119265

SMAN 1 Kendal

Biologi

SMA

Tri Haningsih, S.Pd

131276616

SMAN 1 Weleri

Biologi

SMA

Dra. Sri Ciptaningsih

132120241

SMA N I Boja

Fisika

SMA

Drs. Agus Dwi Basuki

132142427

SMA N 2 Kendal

Fisika

SMA

Ali Nuruddin, S.Pd

131902613

SMA N I Kaliwungu

Fisika

SMA

Dra. Endang Sri Utari

132189887

SMA N 2 Kendal

Ekonomi

SMA

Dwi Tamto, S. Pd

131098617

SMA N 1 Kendal

Ekonomi

SMA

Dra. Hartuti

132101682

SMA N 1 Gemuh

Ekonomi

SMA

Kuswindarsih

500108163

SMAN 1 Sukorejo

Geografi

SMA

Dra. Ina Nurhayati

500141118

SMAN Boja

Geografi

SMA

Dra. Hartiningsih

131665207

SMAN 1 Kendal

Geografi

SMA

Yoshi Rachmartdi, S.Pd

131929957

SMA Cepiring

Kimia

SMA

Siti Nur Wiqowati, S.Pd

SMAN 1 Kaliwungu

Kimia

SMA

Eko Purboyo

SMAN 1 Sukorejo

Kimia

SMA

Retnosari Widiastuti, S.Ss

500108153

SMAN 1 Patean

Sosiologi

SMA

Drs. Haryanto

131665208

SMAN 1 Sukorejo

Sosiologi

SMA

Drs. Eko Budi Setiyarso

131771312

SMAN 1 Kendal

Sosiologi

SMA

Jaitoe Rochman, S.Pd

132117491

SMPN 2 Brangsong

IPA

SMP

Suciptono, S.Pd

132167443

SMPN 1 Pegandon

IPA

SMP

Umi Kustiati, S.Pd

132117639

SMPN 2 Brangsong

IPA

SMP

Drs. Prasetyono

132228654

SMPN 3 Boja

IPA

SMP

Maksun, S.Pd

132167538

SMPN 1 Cepiring

IPA

SMP

Wahyu Budi M.W., S.Pd

132196168

SMPN 1 Kendal

IPA

SMP

Mujiyono, S.Pd

132028841

SD 4 Sidokumpul Patean

Matematika

SD

Slamet Suliatyo, S.Pd

500119203

SD 3 Sidokumpul Patean

B. Indonesia

SD

Samsudin

131509972

SD Sukomangli Patean

IPA

SD

Wahyu Raharti, S.Pd

131321208

SD Curugsewu Patean

IPS

SD



Untuk tindak lanjut dari kegiatan ini insya allah akan diselenggarakan workshop bagi guru pemandu yang akan diselenggarakan pada bulan september 2008.
Wassalam

10 Mei 2008

Kendal Mendapat Penghargaan Widyakrama

Posted by Utomo 10:12 PM, under | 1 comment

Berdasarkan Surat Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdiknas No. 1791/C.C5/LK/2008 tanggal 6 Mei 2008 kabupaten Kendal dinyatakan oleh Tim Penilai sebagai Kabupaten penerima penghargaan Widyakrama tahun 2008. Penghargaan Widyakrama merupakan penghargaan pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah daerah (propinsi/kabupaten/kota) yang berhasil menuntaskan program wajib belajar 9 tahun
Menurut rencana penghargaan akan diterima Wakil Bapati Kendal Dra. Hj.Siti Nurmarkesi didampingi Kepala Dinas Dikpora Drs. Teguh Dwijanto dari Presiden RI pada puncak acara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2008 di Kampus C Universitas Airlangga Surabaya pada tanggal 12 Mei 2008.

Penentuan daerah yang akan diberi anugerah Widyakrama dilakukan melalui penilaian data dan kuesioner. Adapun yang dikaji meliputi :

a. Komitmen Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program wajib belajar 9 tahun (WAJAR DIKDAS) yang ditandai dengan :
1) Adanya Tim Koordinasi Wajar Dikdas
2) Pelaksanaan kegiatan dalam rangka penuntasan wajib belajar
3) Dukungan anggaran untuk program Wajar Dikdas
4) Adanya sosialisasi dan publikasi kegiatan Wajar Dikdas
5) Adanya keterlibatan masyarakat dalam mensukseskan Wajar dikdas
6) Adanya pelayanan kepada anak yang kurang beruntung

b. Keberhasilan program wajar dikdas yang ditunjukkan dengan Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni (APK/APM) tingkat pendidikan dasar
Dari unsur-unsur yang dinilai tersebut ternyata Kabupaten Kendal dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai Kabupaten Penerima penghargaan karena berhasil meningkatkan Angka Partisipasi Kasar tingkat Pendidikan dasar (APK Dikdas) mencapai angka 101,55. yang didukung oleh :

a. Adanya Tim Koordinasi Wajar Dikdas
b. Dukungan anggaran yang memadai
c. Adanya kegiatan sosialisasi melalui media cetak, baliho dan kegiatan sosialisasi Wajar Dikdas yang melibatkan berbagai elemen masyarakat
d. Keterlibatan masyarakat yang direpresentasikan oleh Dewan Pendidikan dalam mensosialisasi program pendidikan melalui penerbitan Ganesa, dan melaksanakan fungsi kontrol melalui SMS peduli pendidikan
e. Keterlibatan GNOTA dan Organisasi kemasyarakatan dalam memberikan bantuan beaya pendidikan
f. Adanya pelayanan kepada anak yang kurang beruntung melalui program retrieval, SMPT, SD/SMPLB, beasiswa anak miskin, pembebasan beaya pendidikan pada hampir 90 % SDN, dan anak dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di SMP.

07 Mei 2008

Ujian Online

Posted by Utomo 5:48 AM, under | 8 comments

Para siswa tampak tekun menghadapi layar komputer. Tangan mereka lincah memainkan tetikus (mouse). Sedang asyik main game? Tentu tidak.
Yang terlihat di muka adalah dahi yang berkerut pertanda para siswa sedang berpikir keras. Wajar karena memang siswa kelas III Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Majene, Sulawesi Barat, sedang menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, berbeda dari sekolah kebanyakan, selama seminggu, sejak Senin (5/5) pagi, siswa kelas III SMK 2 Majene kelompok Bisnis dan Manajemen menjalani ujian akhir sekolah berbasis online.
Di hadapan siswa, tidak ada lembaran kertas yang mesti diisi, atau pensil dan pena untuk mengisi jawaban. Dengan sistem ini, setiap siswa mendapat meja lengkap dengan satu set komputer. Dengan memasukkan password nomor ujian mereka, setiap siswa akan mendapatkan soal pilihan ganda (multiple choice). Satu siswa dengan siswa lain mendapatkan soal yang berbeda urutannya.
Menurut administrator ujian SMK 2 Majene, Rusman Rahman, sekalipun total 50 soal sama, sistem memungkinkan soal-soal itu teracak susunannya. Dengan begitu, siswa akan lebih sulit kalau ingin berbuat curang. ”Susah kalau mau mencontek,” ujar Rusman menirukan tanggapan para siswa.
Tinggal klik
Selama ujian yang berlangsung 90 menit per mata pelajaran, mereka tinggal mengklik pada pilihan jawaban yang dianggap benar. Bagi Sukardi Yunus, siswa jurusan Perkantoran, sistem ujian online relatif lebih enak ketimbang ujian dengan cara konvensional. Yang jelas, siswa tidak perlu repot-repot menulis di lembar jawaban. (sumber : Kompas)
Baca selanjutnya :utomokdl.blogspot.com

Untuk ICT center Kendal, SMA 1 Kendal, SMA 1 Boja, SMA Cepiring, SMK 2, SMA 1 Rowosari, SMK 3,SMK 4 kapan kita aplikasikan ujian online ???

02 Mei 2008

Hari Pendidikan Nasional

Posted by Unknown 11:54 AM, under ,, | 1 comment

Assalamualaikum wr. wb.

ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karya
tut wuri handayani — di belakang memberi dorongan

Itulah tiga kalimat dari ajaran seorang ningrat Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Pelopor Perguruan Taman Siswa ini kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah pada tahun 1959.

Tidak hanya dalam bidang pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara pun sebelumnya aktif dalam masa pergerakan nasional di dalam organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 dan Indische Partij pada tahun 1912. Sebuah momen yang kita kenal menjadi Kebangkitan Nasional, dirayakan setiap 20 Mei. Bahkan pada tahun 1913 beliau secara politik aktif dalam menentang Perayaan Seratus Tahun Belanda dari Prancis melalui Komite Bumiputra. Ditentangnya perayaan tersebut adalah karena pihak Belanda memeras rakyat untuk kepentingan perayaan tersebut. Salah satu ucapannya yang ditulis dalam koran Douwes Dekker de Express adalah bertajuk Als Ik Eens Nederlander Was –Seandainya Aku Seorang Belanda–

Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.
Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun.


Akibat tulisan tersebut beliau dibuang tanpa proses pengadilan ke Pulau Bangka oleh Gubernur Jendral Idenburg, namun atas tulisan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo hukuman tersebut berganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.

Sepulang dari pengasingan di Belanda –yang beliau gunakan juga untuk memperdalam ilmu– ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa –Perguruan Nasional Tamansiswa– pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Dari sinilah lahir konsep pendidikan nasional, hingga Indonesia merdeka Ki Hadjar Dewantara pun menjadi Menteri Pendidikan dan meninggal pada 28 April 1959 di Yogyakarta.

Cukup menyedihkan ketika dunia pendidikan di almamater saya terguncang oleh masalah yang diungkap oleh muridnya yang sampai saat ini sepertinya belum ada kejelasan meskipun pihak sekolah juga memberitakan jawabannya secara resmi.

Sertifikasi Pemasung Kreatifitas & Pembunuh Usaha Kecil

Sumber: Onno W. Purbo April 2008

Pernahkah anda bayangkan bahwa mouse bluetooth, keyboard bluetooth, handsfree bluetooth yang anda gunakan ternyata dinyatakan baik, tidak memenuhi standard hanya karena alasan belum di sertifikasi? Yang lebih seru lagi, tampaknya, antenna wajanbolic e-goen dan RT/RW-net yang merupakan kreatifitas bangsa Indonesia sebagai jawaban solusi untuk memperoleh Internet murah tampaknya harus di bunuh di Republik Indonesia karena alasan sederhana, tidak miliki sertifikasi dan tidak memiliki lisensi, entah kalau di Republik tetangga kita, Republik BBM. Sedihnya, tidak ada solusi yang diberikan oleh pemerintah agar bangsa Indonesia dapat mengakses pengetahuan melalui Internet secara murah, sementara solusi rakyat di “Munir”-kan.

Sejak beberapa tahun lalu, dan terakhir beberapa minggu lalu, sweeping lumayan sering dilakukan, berbekal aturan tertulis yang mengharuskan menggunakan manual bahasa Indonesia; sertifikasi semua peralatan telekomunikasi & wireless termasuk bluetooth, WiFi, modem; belum lagi lisensi jasa telekomunikasi, cukup banyak toko-toko komputer, distributor peralatan elektronik, di kota besar, Surabaya, Makassar dll harus gigit jari karena banyak barang-nya yang berupa laptop, handycam, modem dll. ambil, di sita untuk “menyelamatkan” barang bukti – janganlah terlalu berharap barang akan kembali setelah di “selamat” kan. Tidak heran keresahan ini akhirnya menutup beberapa Mall elektronik dan mematikan perputaran uang dunia ICT.

Belakangan, keresahan masyarakat ICT Indonesia mulai timbul lagi karena urusan sertifikasi alat. Bayangkan Wajanbolic e-goen yang harganya hanya Rp. 250-350.000,-, dengan keuntungan yang hanya Rp. 10-20.000 / wajanbolic tampaknya mulai harus di sertifikasi ke pemerintah dengan biaya Rp. 4-5 juta / model. Apa tidak pusing orang-orang kreatif IT & usaha kecil IT yang ada di bawah sana. Mana mungkin keuntungan yang hanya Rp. 10-20.000,- / alat dipakai untuk sertifikasi alat ke pemerintah. Untuk ojek saja sudah habis, belum ongkos ke Jakarta.

Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa proses penyebaran pengetahuan, memberikan ilmu tentang Wajanbolic dan Internet murah menggunakan teknologi Wireless dan RT/RW-net kepada masyarakat walaupun tampak sederhana, semua membutuhkan banyak waktu, effort yang lamanya bertahun-tahun, tidak kurang dari 10 tahun untuk menyebarkan ilmu ini kepada masyarakat. Sampai tumbuh industri-industri kecil pendukung kebutuhan RT/RW-net yang menggunakan investasi rakyat kecil membuka lapangan kerja, tanpa utangan IMF, apalagi Bank Dunia, bahkan tanpa melalui BLBI yang bermasalah.

Hanya di Republik ini, usaha rakyat kecil yang tampaknya kumuh, harus mati dalam waktu beberapa hari saja, dengan alasan penegakan hukum yang entah berpihak pada siapa. Memang sih, rakyat kecil tidak mampu lah untuk mengikuti standard dunia yang harus mensertifikasi semua produknya dengan biaya Rp. 4-5 juta / model.

Secara filosofis sebetulnya agak aneh, filosofi pengaturan frekuensi dilakukan agar tidak terjadi interferensi & pemakaian bersama yang sehat. Lha ini peralatan bluetooth jelas-jelas hanya mampu untuk jarak 10 meter, sementara USB Wifi yang digunakan untuk wajanbolic hanya 60-an miliWatt, apakah ini masih perlu di atur padahal jelas-jelas sangat kecil dayanya? Jelas-jelas tidak menimbulkan interferensi, apa masih perlu di sertifikasi? Kalaupun karena aturan tertulis yang ada mengharuskan, apakah tidak mungkin ada skema bantuan untuk sertifikasi bagi usaha kecil? Atau memang industri rakyat yang kumuh harus di tindas? Entahlah.

Naga-naga-nya pemerintah juga jauh lebih tahu yang baik dan buruk bagi rakyat? Bukan mustahil akan ada sertifikasi halal, bebas pornografi, bebas SARA, bebas Asusila, bebas pencemaran nama baik bagi content Internet di Indonesia. Jangan main-main situs anda akan di bredel, juga WARNET anda, juga ISP anda, juga jasa hosting anda, juga RT/RW-net anda, juga sekolah, juga kampus, jika tidak halal, jika tidak bebas pornografi! Memang sih, semua orang tua yang mempunyai anak di bawah umur akan suka akan hal tersebut. Yah, semoga tidak salah bredel, dan yang lebih penting tidak salah blokir.

Semoga pemerintah tidak kebablasan dalam melakukan sertifikasi baik dan buruk, tidak kebablasan dalam menggunakan wewenang yang ada di UU ITE yang baru di sertifikasi. Walaupun, rasanya sih tidak ada tulisan di UU ITE yang menyatakan bahwa Pemerintah mempunyai hak untuk memblokir situs, entahlah saya hanya rakyat biasa, kemungkinan pemerintah yang lebih tahu. Seperti kita tahu bersama, kesalahan blokir yang baru lalu berakibat fatal, bukan pujian tapi makian, cercaan, hinaan yang akan berhamburan di dunia maya. Silahkan di cek di Google dengan keyword “blokir situs”. Memang, mengambil peran “Tuhan” menentukan mana yang baik, mana yang buruk tidak gampang, salah-salah tergelincir menjadi “Firaun”.

Perlu kita sadari bersama bahwa masyarakat Internet rata-rata berpendidikan tinggi, umumnya bukan orang yang bodoh atau mudah di bodohi. Jangan salahkan masyarakat Internet jika rakyat / masyarakat Internet tidak berpihak pada pemerinta karena pemerintah mengambil keputusan yang salah. Kesalahan yang mungkin menzolimi rakyat-nya sendiri, yang mungkin berakibat tidak baik, misalnya, memblokir situs yang baik, memasung kreatifitas, membunuh usaha kecil.

Ada baiknya kita merenungkan bersama – sebetulnya rakyat butuh pemerintah? atau pemerintah butuh rakyat?

Hati-hati 2009 sudah dekat, suara rakyat yang tertindas biasanya akan dahsyat effek-nya. Walaupun pasti akan kalah dahsyat dengan pembalasan di hari akhir nanti.

Hidup Wajanbolic e-goen! Hidup RT/RW-net! Hidup Rakyat! Mari kita lanjutkan perjuangan untuk memandaikan bangsa ini. Merdeka!

Penanda

Arsip Blog